Sabtu, 24 Juli 2010

Dermaga Pelabuhan Jakabaring Hancur

Dermaga Pelabuhan di Jakabaring yang merupakan tempat bongkar muat dan bersandarnya jukung,ketek,kapal ikan,dan speedboat,saat ini kondisinya rusak parah.

Kerusakan cukup parah juga terjadi pada jembatan bergerak dan jembatan beton. Kepala UPTD Pelabuhan Sungai Jakabaring Herman mengungkapkan, kerusakan terparah terjadi pada dermaga apung.Kerusakan ini disebabkan beberapa faktor dan didominasi faktor iklim. Memasuki September hingga Desember, arus cenderung deras.

“Kondisi ini menyebabkan kapal pengangkut barang berkapasitas di bawah 20 ton, seperti jukung, ketek,kapal ikan,dan speedboat, terpaksa bersandar dengan menghantamkan dinding dermaga apung. Akibatnya, dinding dan tiang penyangga dermaga yang terbuat dari besi baja kerap mengalami kerusakan akibat dihantam kapal yang bersandar,” ungkap Herman kepada SI di kantornya kemarin.

Kerusakan lainnya melanda tiang penyangga yang dibangun pada 2004. Di mana, saat ini tiang dari besi itu mengalami korosi yang cukup parah. Jika berlarutlarut, kerusakan ini bisa berakibat kebocoran sampai roboh hingga menyebabkan dermaga itu tenggelam.“ Kalau itu terjadi,dipastikan aktivitas dermaga terhenti,” ujarnya.

Sementara itu, kata Herman, saat ini lalu lintas di perairan dermaga setiap harinya masih cukup tinggi. Untuk kapal jukung berkisar 15–20 bongkar muat, ketek 5–10 bongkar muat.“Sedangkan, kapal pengangkut ikan kapasitas 50 ton ke atas,dalam sebulan mencapai 19 kali bongkar muat. Kalau keadaan ini dibiarkan begitu saja, entah apa yang terjadi,”ujarnya.

Kendati kondisi dermaga sudah banyak yang rusak, kata Herman, aktivitas bongkar muat masih berjalan.Hanya, pengangkutan tidak dapat menggunakan alat bantu gerobak, tetapi dilakukan oleh kuli panggul.Akibatnya,kerap terjadi kemacetan lalu lintas bongkar muat. “Kerusakan ini telah kami laporkan ke Dinas Perhubungan Kota Palembang, pelaporan tercatat diterima Bidang Laut dan ASDP,”ujarnya.

Sucipto, pemilik jukung pengangkut ikan asal jalur 12 Banyuasin, membenarkan, kondisi tiang penyangga saat ini perlu perbaikan. Dia mengatakan, kondisi alam dengan arus air deras membuat sebagian pemilik kapal kecil kewalahan saat hendak bersandar ke dermaga. “Memang benar kerusakan akibat kapal yang bersandar.

Tetapi, melihat keadaan yang ada, seharusnya pemerintah memikirkan bagaimana membangun dermaga yang juga membuat kapal kecil nyaman untuk bersandar,” ucap Sucipto. Terpisah, pengamat transportasi Sumsel Erica Buchori mengatakan, merupakan pekerjaan rumah (PR) besar Pemkot Palembang dalam upaya penyediaan sarana prasarana transportasi air yang representatif bagi lalu lintas di perairan.

“Permasalahan kerusakan di dermaga menyangkut keselamatan. Keselamatan akan barang yang dibongkar hingga keselamatan bagi pengangkut itu sendiri. Karena itu harus mendapat perhatian yang besar. Kalau memang sudah rusak ya mestinya diperbaiki,”ujar dosen Unsri ini.